Cikal bakal awal mula pemberian nama desa Perpat ini adalah dikarenakan pada waktu itu didesa Perpat ini banyak terdapat batang kayu perpat “pohon kayu Perpat” yang tumbuhnya didaerah perpadangan dan hutan teraja’, Kulit "kayu perpat" ini sama seperti kulit kayu belangeran yang warnanya agak kekuningan dan daunnya lebar dan dapat dijadikan untuk bahan bangunan, namun untuk saat ini pohon-pohon tersebut memang sudah sulit ditemukan karena sudah banyak yang mati dikarenakan usianya yang sudah ratusan tahun dan juga dikarenakan sering terjadinya kebakaran hutan dimusim-musim kemarau.
Disamping itu pula didesa perpat ini ditemui pula beberapa kelekak yang pada awalnya adalah merupakan tempat penduduk bermukim dan bercocok tanam terutama didaerah-daerah yang tanahnya subur seperti kelekak kubing, kelekak kermak, kelekak pendam dan kelekak lilangan yang pada akhirnya tahun 1899 terbentuklah sebuah kampong yang diberi nama kampong perpat yang dipimpin oleh seorang mandor yang bernama MANDOR LIMUN dengan masa kepemimpinan dari tahun 1899 sampai dengan tahun 1931 selama 32 tahun.
Pada tahun 1932 nama kampong ini berubah menjadi Kelurahan yang dipimpin oleh seoarang Lurah yang bernama PAK DEHAB (DERAHAB) yang memimpin selama kurun waktu 18 tahun dari tahun 1932 sampai dengan tahun 1950 ,penggantinya adalah PAK YAZID yang memimpin kelurahan perpat ini dari tahun 1951 sampai dengan tahun 1968 yang sampai dengan masa ini masyarakat perpat masih banyak tinggal atau menetap di ume-ume dan kelekak-kelekak tadi’ sedangkan yang tinggal dekampong masih sangat sedikit sekali,barulah pada awal-awal tahun 1969 penduduk perpat ini mulai banyak yang pindah kekampong atau kepinggir jalan umum untuk membuat rumah ,dan pada tahun ini pulalah terjadinya penggantian Lurah dari PAK LURAH YAZID kepada PAK LURAH MACHRON (MACEHERUN) yang memimpin selama 7 tahun dari tahun 1969 sampai dengan tahun 1976 yang kemudian digantikan lagi oleh PAK LURAH ABDAL ALIB yang memimpin dari tahun 1976 sampai dengan tahun 1979 selama tiga tahun, Kemudian dilanjutkan oleh PAK LURAH ABDULRAHMAN dari tahun 1979 sampai tahun 1985 Seiring dengan perubahan zaman dan perubahan status, pada tahun 1980 nama kelurahan barulah diubah menjadi DESA yang dipimpin oleh seorang kepala desa sampai dengan sekarang ini.
Pada Tahun 1980 saat nama Kelurahan diubah Menjadi DESA Pemimpin desa Perpat setelah PAK LURAH ABDULRAHMAN pada tahun 1985 sampai tahun 2008 desa Perpat dipimpin Oleh Kepala Desa (KADES) PAK HASBI A RAHMAN, kemudian Setelah masa kepemimpinan Kepala Desa Perpat PAK HASBI desa Perpat dipimpin oleh PAK BASIRIN yang mempimpin desa Perpat dari Tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. Setelah Berakhirnya masa Kepemimpinan Pak Kades BASIRIN desa Perpat dipimpin oleh pak Kades SUKRI dengan Periode Kepemimpinan dari Tahun 2016 sampai Tahun 2022.
Pada Zaman Dahulu didesa Perpat ini selain terdapat kelekak-kelekak juga terdapat sebuah gunung yang dikenal dengan nama Gunung Kubing. Digunung ini terdapat sebuah Gua besar yang diberi nama oleh masyarakat setempat dengan sebutan “GUE NEK SANTEN” yang letaknya kira-kira pertengahan gunung kubing, dalam Goa Tersebut dihuni oleh jutaan ekor kelelawar dan kotorannya dijadikan masyarakat perpat sebagai pupuk kandang sebelum beredarnya pupuk-pupuk kimia dan pupuk-pupuk organik dipasaran.
Digunung Kubing ini juga terdapat sebuah aliran air yang dikenal dengan nama air pancur “SANG PIAK”. Nama sang piak digunakan orang-orang didesa perpat ini dikarenakan pada awalnya dahulu diair terjun ini dihuni oleh sesosok mahluk gaib yang tubuhnya kelihatan oleh manusia biasa hanyalah sepiak (separuh badan). Kebiasaannya setiap hari bermain-main di aliran air terjun ini dengan melakukan “Penebatan” (menutup aliran air) terhadap aliran air pancur gunung kubing dengan menggunakan tubuhnya yang sepiak tadi sehingga bunyi hinggar binggar gemericik air yang jatuh terdengar terkadang sangatlah keras dan terkadang terdengar sangat kecil, saat suara air terdengar seperti demikian dipercaya saat itulah Sang Piak sedang bermain air dengan cara menebat (Menutup aliran Air).